BAB 7 "KESIMBANGAN IS-LM DENGAN PENDEKATAN EKONOMI ISLAM"
Nama : Fitria Anisyah
NPM : 1601270036
Prodi : Perbankan syariah lllA 1
Doping : Totok Harmoyo SE, M.Si
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Dengan 2 motif ini
jelas, bahwa permintaan uang untuk tujuan spekulasi sebagaimana yang dikemukan
Keynes, tidak ada dalam suatu sistem perekonomian yang islami. Permintaan uang
dalam ekonomi islam menurut Metwally juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan.
Besarnya persediaan uang tunai akan berhubungan dengan tingkat pendapatan, dan
frekuensi pengeluaran
NPM : 1601270036
Prodi : Perbankan syariah lllA 1
Doping : Totok Harmoyo SE, M.Si
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
BAB
7
KESEIMBANGAN
IS-LM DENGAN PENDEKATAN EKONOMI ISLAM
7.1 Keseimbangan Kurva IS-LM
7.1.1 Keseimbangan Pasar Barang dan
Kurva IS
Dalam kehidupan sehari-hari, kita
melakukan banyak sekali transaksi. Seperti berbelanja, minum kopi, membeli
buku, mengisi bahan bakar, dan lainnya. Dalam transaksi ini, yang
diperjualbelikan adalah semua barang dan jasa. Jika keseluruhan barang dan jasa
yang ditransaksikan ini, kita satukan secara agregat, maka pasar ini kita sebut
istilahnya dengan pasar barang. Jadi, dengan demikian dapat kita definisikan
bahwa pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi
oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.
Setelah kita mendefinisikan pasar barang,
maka selanjutnya kita masuk lebih jauh untuk menelaah tentang pasar barang
tersebut. Demikian juga dengan pasar barang, maka ada permintaan dan penawaran.
Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan
barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah
semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
Jika permintaan total dari barang dan jasa
dalam suatu negara diasumsikan merupakan penjumlahan dari konsumsi, investasi
dan pengeluaran pemerintah, maka rumusannya adalah sebagai berikut:
Z
= C + I + G
Dari persamaan sebelumnya, didapatkan
bahwa besaran konsumsi ditentukan oleh besaran disposable income yang dalam ini adalah total pendapatan dikurangi
dengan pajak, sehingga persamaan menjadi:
Z
= C (Y - T) + I + G
Keseimbangan di pasar barang ini dapat
diturunkan kurva IS. Pada bagian ini, IS bukan lagi sesuatu yang autonomous melainkan dipengaruhi oleh
tingkat bunga dan pendapatan. Jika, diasumsikan terjadi kenaikan tingkat bunga,
maka hal ini akan berpengaruh terhadap besaran investasi. Kenaikan suku bunga
akan mengakibatkan investasi turun, mengapa? Ada dua hal yang dapat menjelaskan
hal ini. Pertama, dengan naiknya suku
bunga, maka untuk melakukan investasi di syaratkan tingkat pengembalian yang
lebih tinggi agar biaya bunga pinjaman tertutupi. Kedua, masyarakat lebih memilih untuk menyimpan uangnya di bank,
yang relative tinggi, dan tidak bersiko.
7.1.2 Keseimbangan Pasar
Uang dan Kurva LM
Kondisi perekonomian suatu negara juga
dipengaruhi oleh pasar uang. Pasar uang merupakan suatu tempat dimana terjadi
transaksi keuangan. Sama halnya dengan pasar lainnya, keseimbangan akan
tercapai pada saat jumlah permintaan uang di pasar sama dengan jumlah
penawarannya.
Besarnya permintaan uang dipengaruhi oleh
pendapatan nominal dan suku bunga. Secara matematis hubungan ini akan dapat
ditulis sebagai berikut:
M
= $YL (i)
Berdasarkan
hubungan ini dinyatakan bahwa kenaikan pendapatan akan meningkatkan permintaan
uang nominal, sedangkan kenaikan suku bunga akan menurunkan permintaan uang.
Jika hubungan dalam bentuk nominal ini akan di rubah dalam bentuk riil, maka:
M/P
= YL (i)
Dari persamaan ini diketahui bahwa
permintaan uang riil akan dipengaruhi oleh pendapaan riil dan tingkat bunga.
Perbedaan antara uang nominal dan uang riil akan terlihat dari daya belinya.
Uang nominal hanya meyatakan jumlah uang tertera di uang fiat, sedangkan uang
riil mengukur uang dari daya belinya.
7.1.3 Keseimbangan Kurva
IS-LM
Pada bagian sebelumnya, kita telah
membahas kurva IS maupun kurva LM secara terpisah. Pada bagian selanjutnya akan
dibahas bagaimana kedua kurva ini berada dalam satu grafik. Keseimbangan yang
terjadi merupakan keseimbangan antara pasar uang dan pasar barang.
IS:
C (Y-T) + I (Y,i) + G
LM:
M/P = YL (i)
7.1.4 Dampak Kebijakan
pada Keseimbangan IS-LM
Jika pemerintah menerapkan kebijakan fiscal (T, G) maka perubahanini
hanya akan mengakibatkan perubahan di kurva IS, sedangkan kurva LM relative
tetap. Sedangkan jika bank sentral menerapkan kebijakan moneter, maka hal ini
hanya akan memperngaruhi kurva LM, sedangkan kurva IS tetap. Jika pemerintah
menerapkan kebijakan campuran, yaitu kebijakan fiskal dan moneter maka akan
terjadi pergeseran kurva IS maupun kurva LM.
7.1.4.1 Kebijakan Fiskal
Perubahan pengeluaran pemerintah dapat
ditinjau dari dua perspektif, yaitu peningkatan pengeluaran pemerintah atau
penurunan pengeluaran pemerintah, tapi keduanya berdampak pada pergeseran kurva
keseimbangan pasar barang (IS), jika pengeluaran pemerintah mengalami kenaikan
maka kurva IS bergeser ke atas.
7.1.4.2 Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter biasanya terkait dengan
kebijakan jumlah uang beredar atau money
supply yang dilakukan oleh otoritas moneter yang dalam hal ini bank
sentral. Adanya kebijakan dalam bidang moneter berdampak pada pergeseran kurva
LM.
7.2 Keseimbangan Pasar
Barang dan Pasar Uang dalam Persepektif Islam
Model keseimbangan yang barang dan pasar
uang yang akan dijelaskan di bagian ini adalah model yang dibangun Khan. Model
ini berangkat dari kerangka IS-LM konvensional sebagai suatu jembatan untuk
menentukan model perdapatan ke pertumbuhan ekonomi. Kerangka IS-LM dalam hal
ini digunakan untuk menelaah fungsi investasi dan permintaan uang dalam sebuah
perkonomian.
Bagian yang lebih awal dibahas adalah
konsep pasar barang dalam islam dan selanjutnya dibahas bagaimana konsep pasar
uang dalam islam. Apakah sama, berbeda, atau justru dalam islam tidak ada yang
dimaksud dengan pasar uang. Semuanya akan dibahas lebih detail dibagian
berikut.
7.2.1 Pasar Barang dalam
Perspektif Islam
Kalau kita telaah pasar barang dalam
pemikiran konvensional, komponen-komponen penyusunannya antara lain adalah
konsumsi (C), investasi (I), dan pengeluaran pemerintah (G). Jika secara
matematis hubungan ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Kurva
IS: Y = C (Y-T), I (Y, i) and G
Komponen
(a) dalam Persamaan Keseimbangan di Pasar Barang dan Perubahannya
Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian
awal bagian ini, bahwa keseimbangan pasar barang dalam islam, dibangun dengan
kompenen konsumsi agregat (C), investasi agregat (I), dan belanja pemerintah
(G). Secara matematis hubungan ini dirumuskan sebagai berikut:
Y=
C + I + G
Dimana:
C = private consumption
I = investment demand
G = government expenditure
Y =
ouput (aggregate demand = aggregate
supply)
Mengacu pada konsep Keynes, persamaan
konsumsi terdiri atas konsumsi autonomous dan konsumsi yang tergantung pada
besaran pendapatan. Dan hubungan persamaan konsumsi dirumuskan seperti berikut
ini:
C=
bo + b (1 – t) Y
Investasi,
selain dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat juga dipengaruhi oleh besarnya ratio profit sharing. Logikanya, semakin
besar rasio profit sharing akan
mencerminkan semakin besar bagian yang diklain oleh pemilik modal.
Kurva IS dan Kemiringannya
Kurva IS yang menggambarkan keseimbangan
dalam pasar barang direpresentasikan dalam persamaan berikut:
Y
= Ao – A1 a,
a = A – A’Y
Dimana:
A’=
1 – b (1 – t)/i
B
= marginal propensity to cunsume
t = besaran pajak
i = sensitivasi dari pemerintah akan dana
investasi terhadap rasio keuntungan
Kurva IS, akan horizontal pada saat A’= 0.
Kondisi dimungkinkan terjadi pada saat b(1 – t) sama dengan 1 atau i infinite. Dalam kondisi ini, tingkat
keuntungan atau R rendah, Q rendah, P dan W rendah.
7.2.2 Permintaan Uang
dalam Perspektif Islam
Permintaan akan uang dalam suatu sistem
perekonomian yang islami akan dipengaruhi oleh motif seorang muslim dalam memegang
uang. Menurut Metwally ada dua motif utama seorang muslim dalam memegang uang,
yaitu:
1.
Motivasi transaksi
2.
Motivasi berjaga-jaga
Komentar
Posting Komentar