BAB 9 "KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN PENDEKATAN AGGREGATE DEMAND DAN SUPPLY"

Nama : Fitria Anisyah
NPM  : 1601270036
Prodi  : Perbankan syariah lllA 1
Doping : Totok Harmoyo SE, M.Si
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara


BAB 9
KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN PENDEKATAN
AGGREGATE DEMAND AND SUPPLY

9.1 Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja adalah suatu keadaan dimana terdapat penawaran tenaga kerja yang berasal dari angkatan kerja dan permintaan tenaga kerja yang berasal dari perusahaan. Pasar tenaga kerja sangat dinamik, karena setiap saat terjadi perubahan jumlah angkatan kerja, baik karena pernambahan dari mereka yang baru lulus sekolah dan masuk kedalam kelompok angkatan kerja ataupun pengurangan karena seseorang keluar dari kelompok angkatan kerja baik karena alasan pension dan lainnya.
9.1.1 Besaran Upah dalam Perspektif Ekonomi Konvensional
            Upah dalam perspektif konvensinal merupakan balas jasa akan faktor produksi, tenaga kerja. Karena, dalam ekonomi konvensional upah salahsatu merupakan instrument dalam distribusi pendapatan selain bunga, sewa dan laba.
            Menurut Blanchard (2003) ada beberapa hal yang menentukan besaran upah yang dibayarkan  ke pekerja antara lain kekuatan tawar (bargaining) pekerja. Posisi tawar atau bargaining pekerja sendiri dipengaruhi oleh dua factor yaitu:
1.    Besaran biaya yang harus ditanggungperusahaan ketika seseorang pekerja meninggalkan perusahaan.
2.    Berapa besar kemungkinana seorang pekerja yang keluar dari perusahaannya untuk menemukan kembali pekerjaan yang baru.
Implikasi dari dua hal, maka dapat diindefikasi bahwa bargaining power tergantung dari dua hal yaitu:
1.    Skill yang dimiliki oleh seorang pekerja, dan
2.    Kondisipasar tenaga kerja secara umum.
9.1.2 Penentuan Besaran Harga
            Besaran harga yang ditetapkan oleh perusahaan akan tergantung pada struktur biaya perusahaan. Sedngkan dalam kajian mikro, struktur biaya tergantung kepada fungsi poduksi dimana harga ditentukan oleh jumlah input dan output yang dihasilkan, dan harga dari input yang digunakan. Pada dasarnya input yang digunakan perusahaan untuk melakukan proses produksi tidak hanya pekerja, namun juga mesin, bahan bakar dan bahan baku lainnya. Namun secara sederhana, dalam jangka pendek jumlah output yang dihasilkan hanya ditentukan oleh jumlah tenaga kera. Rumusan ini secara sederhana dapat dibuat sebagai berikut:
Y = A. N
Dimana :
Y = output
N = tenaga kerja
A = produktivitas tenaga kerja atau output per pekerja
Jika A diasumsikan 1, maka persamaan menjadi:
Y = N
9.1.3 Unemployment, Employment dan Output
            Pada bagian berikut ini akan dilihat hubungan secara matematis antara unemployment, emplaymont dan output. Hubungan ini pada akhirnya menunjukkan bahwa tingkat pengangguran akan menentukan besaran output natural atau yang disingkat dengan Yn. Berawal dari unemployment (U) dan employment (N) dan Lmerupakan jumlah angkatan kerja total. Maka angkatan kerja sama dengan penjumlahan dari angkatan kerja yang bekerja, N ditambah dengan angkatan kerja yang tidaka bekerja, U. secara matematis sebagai berikut:
L = U + N
            Jika u adalah tingkat pengangguran, maka u sama dengan U dibagi dengan total angkatan kerja atau jumlah total angkatan kerja dikurangi jumlah yangbekerja dibagi L atau secara matematis:
u = U/L = (L - N) / L = 1 – N/L
dari persamaan ini, maka:
N/L + u = 1
N = L (1 – u)
9.2 Pasar Tenaga Kerja dan Kurva Penawaran Agregat
            Keragaman pasara tenaga kerja yang dibicarakan pada bagian sebelumnya, akan mempengaruhi kerajat kurva penawaran sebelumnya. Beberapa persamaan yang akan di ulang pada bagian ini adalah persamaan wage setting dan price setting. Ketika berbicara mengenai wage setting, maka kita akan melihat bahwa nilai upah nominal akan dipengaruhi oleh ekspektasi tingkat harga, tinkat pengangguran dan juga sejumlah variabel yang memberikan benefit kepada pekrja, dari mulai asuransi pension sampai dengan bargaining collective. Sedangkan dalam price setting, kita mengetahui bahwa harga yang ditentukan perusahaan adalah upahditambah dengan mark up, secara matematis, kedua bentuk hubungan ini adalah sebagai berikut:
W = PeF (u, z)
P = W (1 + u)
9.3 Aggregate Demand (AD)
            Berbeda dengan kurva aggregate supply (AS) yang diturunkan dari keseimbangan dipasar tenaga kerja, maka kurva AD diturunkan dari keseimbangan yang terjadi di pasar uang dan pasar barang. Beberapa persamaan dibagian sebelumnya yang perlu kita ingat, diantaranya adalah persamaan yang muncul dalam keseimbangan di pasar barang  (IS) dan keseimbangan yang muncul di pasar uang (LM).
9.4 Keseimbangan AD – AS
            Keseimbangan AD – AS dibangun draikurva AD dan kurva AS. Masing-masing kurva menunjukkan karakteristik yang berbeda, sesuai dari mana persamaan untuk masing-masing diturunkan. Kurva AD, dipengaruhi oleh jumlahuang beredar, belanja pemerintah, dan pajak. Hal ini karena kurva AD diturunkan dari keseimbangan di pasar uang dan pasar barang.
Y = Y (M/P, G, T)
            Sementara itu kurva AS diturunkan dari keseimbangan di pasar tenaga kerja, yaitu melalui price setting relation dan wage setting relation. Beberapa factor yang mempengaruhi P adalah ekspektasi harga yang terjadi, besaran mark up, jumlah angkatan kerja dan sejumlah fasilitas untuk pekerja. Atau secara matematis:

P = Pe (1 – u) F (1 – Y/L, z)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 12 "MACROECONOMICS AN ISLAMIC PERSPECTIVE MABID AL-JARHI"

BAB 11 "THE CRISIS BLACHARD CH.9"

BAB 8 "TEORI INFLASI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM"